Summary of Human Resource Management by Dessler, Gary – Chapter 4

Chapter 4: Job Analysis and The Talent Management Process

Hai semua, saya Kamilia, jadi kemarin saya membaca buku Human Resource Management yang ditulis oleh Gary Dessler Chapter 4, dan opini saya mengenai Chapter 4 tersebut ada di bawah ini, check it out!

Pengusaha saat ini sering melihat semua aktivitas staffing–pelatihan–penghargaan sebagai bagian dari satu proses manajemen bakat yang terintegrasi. Nah, apa sih manajemen bakat atau mungkin kalian lebih familiar dengan talent management?

Kalau misalkan kalian belum tahu, manajemen bakat adalah proses perencanaan, perekrutan, pemilihan, pengembangan, pengelolaan, dan kompensasi karyawan yang holistik, terintegrasi, dan berorientasi pada tujuan.

Ketika seorang manajer mengambil perspektif manajemen bakat, maka tugasnya yaitu memastikan keputusan manajemen bakat seperti penempatan staf dan penentuan kompensasi.

Menggunakan profil seperti keterampilan, pengetahuan, dan kompetensi yang sama untuk merumuskan rencana perekrutan, dan mengkoordinasikan semua fungsi manajemen bakat seperti perekrutan dan pelatihan juga merupakan tugas manajer.

Maka dari itu, semua manajer harus terbiasa dengan dasar-dasar analisis pekerjaan. Analisis pekerjaan adalah prosedur untuk menentukan tugas posisi perusahaan dan karakteristik orang yang akan dipekerjakan.

Analisis pekerjaan menghasilkan informasi untuk menulis deskripsi pekerjaan (daftar pekerjaan yang diperlukan) dan spesifikasi pekerjaan (orang seperti apa yang akan dipekerjakan untuk pekerjaan itu).

Jadi, manajer menggunakan informasi analisis pekerjaan untuk proses rekrutmen dan seleksi, kompensasi, pelatihan, dan penilaian kinerja.

Berkaitan dengan hal tersebut, maka manajer harus tahu cara menulis deskripsi pekerjaan.

Meskipun tidak ada format standar, sebagian besar deskripsi berisi identifikasi pekerjaan, ringkasan pekerjaan, daftar tanggung jawab dan tugas, wewenang pemegang jabatan, dan standar kinerja.

Deskripsi pekerjaan juga dapat berisi informasi mengenai kondisi pekerjaan dan spesifikasi pekerjaan. Nah, dalam menulis spesifikasi pekerjaan, penting untuk membedakan antara spesifikasi untuk karyawan terlatih dan tidak terlatih.

Kalau untuk karyawan terlatih mencari ciri-ciri seperti pengalaman kerja sebelumnya. Sedangkan untuk karyawan yang tidak terlatih, penting untuk mengidentifikasi ciri-ciri pribadinya seperti kemampuan beradaptasi, hasrat untuk bekerja, kematangan emosional, disposisi positif, advokasi diri, orientasi pencapaian, dan riwayat kerja yang dapat memprediksi kesuksesan pekerjaan.

Nah, ada berbagai metode untuk mengumpulkan informasi analisis pekerjaan, diantaranya yaitu wawancara, kuesioner, observasi, buku harian atau catatan peserta, dan teknik kuantitatif seperti kuesioner analisis posisi.

Banyak perusahaan mengumpulkan informasi analisis pekerjaan melalui internet di masa pandemi sekarang karena metode ini merupakan pilihan yang paling tepat dan efektif mengingat adanya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan Work From Home (WFH) yang diberlakukan pemerintah.

Jadi kesimpulannya metode analisis pekerjaan ini dipilih sesuai dengan kebutuhan perusahaan dan dilihat tingkat efektifitasnya untuk menganalisis pekerjaan.

Referensi:

  1. Dries, Nikki. (2013). “Talent Management, from Phenomenon to Theory: Introduction to the Special Issue” Human Resource Management Review, 23, pp. 267–271.
  2. Dessler, Gary. (2017). Human Resource Management, 15th Edition. London: Pearson.
  3. Clifford, James. (1994). “Job Analysis: Why Do It, and How Should It Be Done?” Public Personnel Management 23, No. 2, pp. 321–340.
  4. Singh, Parbudyal. (2008). “Job Analysis for a Changing Workplace” Human Resource Management Review 18, p. 87.

 


BUY THIS BOOK

Leave a comment