Summary of Human Resource Management by Dessler, Gary – Chapter 11

Chapter 11 : Establishing Strategic Pay Plans

Tulisan ini adalah kelanjutan tulisan berseri yang berisi opini tentang buku Human Resource Managament dari Gary Dessler. Bahasan kali ini fokus pada Chapter 11. Check it out!

Pada bagian ini, setidaknya ada 2 hal yang disampaikan terkait menyusun rencana pembayaran strategis.

1. Faktor Dasar dalam Menentukan Tarif Gaji

Tarif gaji biasanya ditentukan dari kelayakan atau kesesuaian atas kompensasi yang diberikan ke karyawan. Kompensasi karyawan mencakup semua bentuk pembayaran yang sepadan dengan kontribusinya. Baik pembayaran keuangan langsung (upah, gaji, insentif, komisi dan bonus) dan pembayaran keuangan tidak langsung (tunjangan keuangan seperti asuransi dan liburan yang dibayar oleh perusahaan).

Faktor dasar dalam penentuan tarif gaji sebagai berikut:

  • Menyelaraskan Total Imbalan dengan Strategi
    Banyak perusahaan memberikan kompensasi yang menghasilkan perilaku karyawan untuk mencapai strategi kompetitifnya. Total penghargaan mencakup gaji tradisional, insentif dan  tunjangan, “penghargaan” seperti pekerjaan yang lebih menantang, pengembangan karier dan pengakuan.
  • Ekuitas dan Dampaknya pada Tarif Gaji
    Teori ekuitas menyatakan jika seseorang merasakan ketidakadilan atau ketegangan, secara psikologis akan memotivasinya berupaya melawan ketidakadilan atau ketegangan yang dirasakan. Penentuan tarif yang tidak sepadan, justru akan meinimbulkan perlawanan dan penolakan. Jenis ekuitas diantaranya ekuitas eksternal, internal, individu dan prosedural.
  • Kebijakan pembayaran
    Manajer memerlukan kebijakan pembayaran untuk mengetahui apakah akan menekankan senioritas atau kinerja. Gaji berbasis senioritas menguntungkan apabila senioritas merupakan standar yang objektif. Salah satu kelemahannya karyawan berkinerja baik dapat memperoleh kenaikan sama dengan yang buruk. Namun, hasil survei menemukan bahwa 60% karyawan senior mendapat gaji lebih tinggi. Hanya sekitar 35% yang mengatakan bahwa perusahaan mereka membayar lebih tinggi kepada karyawan berkinerja baik.

2. Metode Evaluasi Pekerjaan

Pendekatan dasar untuk menetapkan tingkat gaji diantaranya pendekatan berbasis pasar (sesuai tingkat gaji yang umum digunakan) dan metode evaluasi pekerjaan (sesuai kualifikasi pekerjaan).

Pendekatan berbasis pasar dapat dilakukan melalui survei secara formal atau informal untuk menentukan berapa yang dibayarkan oleh pasar tenaga kerja yang relevan untuk pekerjaan tertentu.

Sedangkan pendekatan menggunakan metode evaluasi pekerjaan diantaranya dilakukan berdasarkan:

  • Peringkat
    Metode evaluasi pekerjaan dengan cara memberi peringkat setiap pekerjaan relative terhadap semua pekerjaan lainnya, biasanya berdasarkan beberapa faktor keseluruhan seperti “kesulitan pekerjaan”. Ada beberapa langkah dalam menentukan peringkat pekerjaan, yaitu:

    1. Analisis informasi pekerjaan;
    2. Pilih dan kelompokkan pekerjaan berdasarkan departemen atau dalam kelompok;
    3. Pilih faktor kompensasi;
    4. Pemeringkatan pekerjaan;
    5. Gabungkan peringkat;
    6. Bandingkan gaji saat ini dengan gaji orang lain berdasarkan survei gaji;
    7. Tetapkan skala gaji baru.

  • Klasifikasi Pekerjaan
    Metode evaluasi pekerjaan dengan cara mengkategorikan pekerjaan ke dalam kelompok. Semua pekerjaan di setiap kelompok diasumsikan memiliki nilai bobot yang sama. Salah satu diantaranya dilakukan dengan menulis ringkasan atau deskripsi kelas atau nilai (mirip dengan deskripsi pekerjaan), kemudian menempatkan pekerjaan ke dalam kelas atau nilai berdasarkan seberapa cocok pekerjaan tersebut dengan deskripsi.
  • Metode Poin
    Metode evaluasi pekerjaan dengan cara menentukan sejauh mana pekerjaan dievaluasi terdapat faktor kompensasi yang dipilih, serta sejauh mana setiap faktor hadir di setiap pekerjaan.
  • Evaluasi Pekerjaan Terkomputerisasi
    Sebagian besar sistem terkomputerisasi memiliki dua komponen utama. Pertama yaitu kuesioner terstruktur. Ini berisi item seperti “jumlah total karyawan yang mendaftar ke posisi ini”. Kedua, model statistik. Hal ini bisa membuat program komputer untuk memberi harga pekerjaan lebih atau kurang secara otomatis, dengan menetapkan poin berdasarkan tanggapan kuesioner.

Leave a comment