Pentingnya Kolaborasi dalam Transformasi Digital di Perusahaan

Transformasi Digital di Perusahaan dapat dilakukan pada setiap bagian, tidak terhubung atau berrelasi dengan bagian lain. Jika teknologinya dapat diterapkan secara kolaboratif, maka hasilnya akan lebih baik melalui kolaborasi antar bagian tersebut dalam penerapan Tranformasi Digital. Namun, pada prakteknya, kolaborasi tidak dapat dipandang dari sisi teknologinya saja, ada hal-hal lain yang perlu diperhatikan agar kolaborasi tersebut dapat berjalan dengan baik.

Kondisi yang pernah terjadi pada perusahaan mobil klasik Amerika, Ford adalah salah satu pelajaran penting. Kolaborasi yang tidak baik dalam Transformasi Digital, justru menyebabkan “kehancuran”.

Pada 2014, Ford mencoba transformasi digital dengan menciptakan segmen baru bernama Ford Smart Mobility. Tujuannya mengembangkan mobil berteknologi canggih yang diaktifkan secara digital dengan mobilitas yang ditingkatkan. Masalah muncul ketika segmen baru tidak diintegrasikan ke dalam Ford. Tidak hanya bermarkas jauh dari bagian-bagian perusahaan yang lain, tetapi juga dilihat sebagai entitas terpisah ke unit bisnis lain. Pada saat Ford memutuskan mengalokasikan anggaran besar ke dalam usaha barunya, Ford menghadapi masalah kualitas di area lain perusahaan. Harga saham Ford turun secara dramatis dan CEO mengundurkan diri beberapa tahun kemudian.

Kolaborasi sangat penting dalam penerapan transformasi digital. Pada kasus Ford ini, transformasi digital bukanlah transformasi aktual tapi lebih dari poros ke area bisnis baru. Agar berhasil, kolaborasi harus dilakukan dengan baik untuk memastikan proses integrasi secara tepat.