Pengaruh Kultur pada Penerapan Transformasi Digital di Perusahaan

Apa itu Transformasi Digital di perusahaan?

Transformasi Digital di perusahaan adalah peralihan atau inovasi penggunaan teknologi yang lebih modern di perusahaan, baik dari cara manual (non digital) ataupun dari penggunaan teknologi yang lebih “kuno”.

Substansinya bukan sekedar peralihan atau inovasi, tapi juga tentang bagaimana teknologi ini diadopsi dan digunakan. Transformasi Digital dikatakan berhasil jika mampu mengoptimalisasi proses bisnis perusahaan dan meminimalisir (atau bahkan menghilangkan) inefisiensi, risiko, dan hambatan.

Penerapan Tranformasi Digital di perusahaan tidak akan terlepas dari tantangan, yang tentu tidak dapat diacuhkan. Walaupun muncul sebagai representasi bentuk hambatan, tetapi akan menjadi keuntungan jika perusahaan mampu mengatasinya.

Kultur di perusahaan adalah salah satu bentuk tantangan dari dalam (internal) perusahaan. Kultur dapat bersifat individual (dipengaruhi oleh kepribadian manusia) dan organisasional (dipengaruhi oleh aturan atau nilai yang dibangun di perusahaan).

Kultur lama tidak dapat begitu saja berubah saat ada Transformasi Digital, namun akan diawali dengan benturan diantara keduanya. Jika pada awalnya membuat surat dengan tulisan tangan, sebagian orang tidak serta merta mampu atau mau menerima jika harus berubah menggunakan aplikasi. Walaupun demikian, kultur lama dan baru tetap dapat saja diberlakukan bersamaan dan memberikan manfaat.

Jika mempengaruhi secara substansial proses bisnis di perusahaan, maka tidak ada toleransi, kultur yang lama harus secara total dihilangkan. Kunci utama keberhasilan merubah kultur dalam penerapan Transformasi Digital adalah :

  1. Kebijakan perusahaan yang ketat dalam penerapan Transformasi Digital;
  2. Pemilihan teknologi yang tidak memberi peluang penerapan kultur yang lama;
  3. Perusahaan berhasil mempengaruhi karyawan untuk mendukung Transformasi Digital.