Summary of Human Resource Management by Dessler, Gary – Chapter 3

Chapter 3: Human Resource Management Strategy and Analysis

Hai semua, saya Kamilia, jadi kemarin saya membaca buku Human Resource Management yang ditulis oleh Gary Dessler Chapter 3, dan opini saya mengenai Chapter 3 tersebut ada di bawah ini, check it out!

Kenapa ya perencanaan strategis penting bagi perusahaan? Jawabannya, ya karena perencanaan strategis memberikan arah dan garis besar tujuan yang dapat diukur.

Nah, ada tujuh langkah proses perencanaan strategis, yaitu:

  1. (1) bertanya, “Bisnis apa sih yang kita geluti sekarang?”,
  2. (2) mengevaluasi kekuatan, kelemahan, peluang, ancaman internal dan eksternal perusahaan,
  3. (3) merumuskan arah bisnis baru,
  4. (4) memutuskan tujuan strategis,
  5. (5) memilih strategi atau tindakan tertentu,
  6. (6) melaksanakan rencana strategis,
  7. (7) mengevaluasi rencana strategis.

Dalam praktiknya, manajer terlibat dalam tiga jenis perencanaan strategis, yaitu perencanaan strategis tingkat perusahaan, perencanaan strategis unit bisnis atau kompetitif, dan perencanaan strategis fungsional atau departemen.

Kalian tau gak strategi manajemen sumber daya manusia?

Jadi, strategi manajemen sumber daya manusia berarti merumuskan dan melaksanakan kebijakan dan praktik sumber daya manusia yang menghasilkan kompetensi dan perilaku karyawan yang dibutuhkan perusahaan untuk mencapai tujuan strategisnya.

Terus ada juga loh, alat yang penting dan populer untuk strategi manajemen sumber daya manusia. Yap, betul banget, tiga alat tersebut adalah peta strategi, kartu skor sumber daya manusia, dan dasbor digital.

Nah, sebelum membuat keputusan, manajer harus mengumpulkan dan menganalisis data. Metrik sumber daya manusia itu sangat penting dalam menciptakan kebijakan dan praktik sumber daya manusia berkinerja tinggi.

Karena metrik sumber daya manusia adalah ukuran kuantitatif dari aktivitas manajemen sumber daya manusia, seperti pergantian karyawan, jam pelatihan per karyawan, atau pelamar yang memenuhi syarat per posisi.

Salah satu alasan untuk mengukur, benchmark, dan menganalisis secara ilmiah praktik sumber daya manusia adalah untuk mempromosikan praktik kerja berkinerja tinggi.

Sistem kerja berkinerja tinggi adalah seperangkat kebijakan dan praktik manajemen sumber daya manusia yang menghasilkan kinerja karyawan yang unggul.

Betul sekali, pada praktiknya, perencanaan strategis dapat menjadi proses yang sangat berharga ketika melibatkan karyawan di semua departemen.

Jadi keterlibatan karyawan itu penting, karena bisa mendorong kinerja dan produktivitas.

Misalnya, berdasarkan survei Gallup, unit bisnis dengan tingkat keterlibatan karyawan tertinggi memiliki peluang 83% untuk berkinerja di atas median perusahaan, sementara yang memiliki keterlibatan karyawan terendah hanya memiliki peluang 17%.

Pengen banget kan bisa menjalankan strategi sumber daya manusia yang melibatkan karyawan? Kalau pengen, kita bisa contoh enam langkah perusahaan Kia UK.

Enam langkah tersebut, diantaranya yaitu

  1. (1) menetapkan tujuan program yang dapat diukur;
  2. (2) mengadakan program pengembangan kepemimpinan yang ekstensif;
  3. (3) melembagakan program pengakuan karyawan baru;
  4. (4) meningkatkan komunikasi internal;
  5. (5) mengubah kompensasi;
  6. (6) mengubah kebijakan lain untuk memastikannya selaras dengan nilai-nilai budaya baru.

Akhirnya, penetapan strategi dalam manajemen sumber daya manusia diperlukan untuk menentukan profitabilitas, memotivasi dan menyatukan karyawan, dan yang terakhir agar perusahaan dapat mengukur kesuksesan.

Referensi

  1. Gartenstein, Devra. (2018). Why Is Strategic Planning Important to an Organization? https://yourbusiness.azcentral.com/strategic-planning-important-organization-4103.html diakses pada 16 Desember 2020.
  2. Dessler, Gary. (2017). Human Resource Management, 15th Edition. London: Pearson.
  3. Kruse, Kevin. (2012). Why Employee Engagement? (These 28 Research Studies Prove the Benefits). https://www.forbes.com/sites/kevinkruse/2012/09/04/why-employee-engagement/?sh=337ac8533aab diakses pada 16 Desember 2020.
  4. Fox, Adrienne. (2010). Raising Engagement. HR Magazine, pp. 35–40.
    Tomlison, Gary. (2010). “Building a Culture of High Employee Engagement” Strategic HR Review 9, No. 3, pp. 25–31.
  5. Tomlison, Gary. (2010). “Building a Culture of High Employee Engagement” Strategic HR Review 9, No. 3, pp. 25–31.

 


BUY THIS BOOK

Leave a comment